REDAKSI99.ID – Jakarta, Bom mobil Rusia kembali memakan korban setelah sebuah ledakan mematikan terjadi di wilayah selatan Moskow pada Senin pagi waktu setempat. Insiden ini menewaskan Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, pejabat tinggi Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, dan langsung memicu penyelidikan besar-besaran oleh otoritas setempat.
Komite Investigasi Rusia menyatakan telah membuka penyelidikan atas dugaan “pembunuhan” setelah sebuah alat peledak diaktifkan di bawah mobil korban. Sarvarov sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.
“Sebuah alat peledak diaktifkan di Jalan Yasenevaya di Moskow. Fanil Sarvarov, kepala direktorat pelatihan operasional staf umum, meninggal karena luka-luka akibat ledakan tersebut,” kata juru bicara Komite Investigasi Svetlana Petrenko.
Baca Juga: Detik-Detik Mengerikan! Patung Liberty Brasil Roboh Dihantam Badai
Kronologi Bom Mobil Rusia Meledak di Jalan Yasenevaya
Ledakan bom mobil Rusia terjadi sekitar pukul 07.00 pagi waktu Moskow di area parkir sebuah kompleks permukiman di Jalan Yasenevaya. Kendaraan berwarna putih yang dikendarai Sarvarov dilaporkan meledak beberapa saat setelah bergerak, dengan pengemudi masih berada di dalam mobil.
Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan mobil tersebut rusak parah, dengan bagian pintu depan dan belakang terlempar akibat daya ledak. Tim investigasi dan forensik segera dikerahkan untuk mengamankan lokasi serta mengumpulkan bukti.
Komite Investigasi Rusia menyebutkan bahwa kasus ini ditangani sebagai tindak pidana pembunuhan yang membahayakan keselamatan publik, sekaligus pelanggaran terkait kepemilikan bahan peledak ilegal.
Dugaan Keterlibatan Ukraina dalam Kasus Bom Mobil Rusia

Otoritas Rusia tidak menutup kemungkinan bahwa bom mobil Rusia ini berkaitan dengan operasi pihak asing. Petrenko menyatakan penyelidik tengah menelaah berbagai skenario, termasuk dugaan keterlibatan badan intelijen Ukraina.
“Penyidik sedang memeriksa berbagai kemungkinan terkait pembunuhan ini. Salah satunya adalah kejahatan ini diduga diorkestrasi badan intelijen Ukraina,” kata Petrenko.
Sejak konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina pecah pada 2022, sejumlah pejabat militer Rusia dilaporkan menjadi target serangan di dalam negeri maupun di wilayah yang dikuasai Rusia. Beberapa insiden sebelumnya juga melibatkan bom tersembunyi dan serangan terencana terhadap figur militer tingkat tinggi.
Rekam Jejak Korban dalam Sejarah Bom Mobil Rusia

Letnan Jenderal Fanil Sarvarov lahir pada 11 Maret 1969 di Gremyachinsk, wilayah Perm, Rusia. Sepanjang karier militernya, ia memegang berbagai posisi komando senior dan terlibat langsung dalam sejumlah operasi tempur penting.
Sarvarov tercatat ikut bertempur dalam konflik Ossetia–Ingush dan perang Chechnya pada dekade 1990-an. Ia juga berperan dalam perencanaan serta pelaksanaan operasi militer Rusia di Suriah pada periode 2015–2016. Sejak 2016, ia menjabat sebagai Kepala Direktorat Pelatihan Operasional Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia.
Kematian Sarvarov menambah daftar pejabat pertahanan Rusia yang tewas akibat serangan bom dalam dua tahun terakhir, memperkuat kekhawatiran atas meningkatnya ancaman keamanan internal.
Jadi Alarm Keamanan di Ibu Kota
Insiden bom mobil Rusia ini menjadi kasus terbaru yang mengguncang pusat kekuasaan Rusia dan menyoroti kerentanan keamanan di wilayah ibu kota. Aparat penegak hukum kini terus memperdalam penyelidikan, termasuk menelusuri motif, pelaku, serta jaringan yang mungkin terlibat.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ukraina terkait tudingan keterlibatan dalam ledakan tersebut. Sementara itu, pemerintah Rusia menegaskan akan meningkatkan langkah-langkah keamanan, terutama bagi pejabat militer dan fasilitas strategis.
