pelatih valencia labuan

Duka Dunia Sepak Bola! Pelatih Valencia Labuan Bajo Tewas

REDAKSI99.ID – Jakarta, Tragedi pelatih Valencia Labuan Bajo mengguncang dunia sepak bola internasional setelah Fernando Martin Carreras, pelatih Valencia CF Femenino B, dinyatakan meninggal dunia bersama tiga anaknya akibat kecelakaan kapal wisata di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Insiden pelatih Valencia Labuan Bajo ini terjadi pada Jumat malam (26/12/2025), saat kapal pinisi KM Putri Sakinah yang mengangkut 11 orang terbalik dan tenggelam akibat cuaca ekstrem. Otoritas setempat mengonfirmasi korban jiwa berasal dari satu keluarga wisatawan asal Spanyol.

Baca Juga: Brutal! Paman Ditikam di Gowa, Cekcok Warisan Berujung Darah

Kronologi Pelatih Valencia Labuan Bajo dalam Insiden Kapal

Kecelakaan pelatih Valencia di Labuan Bajo bermula saat KM Putri Sakinah berlayar menuju Pulau Padar. Sebelumnya, kapal tersebut membawa wisatawan dari Pulau Kalong di kawasan Taman Nasional Komodo. Sekitar 30 menit perjalanan, kapal mengalami mati mesin di tengah laut.

Dalam kondisi tidak terkendali, kapal dihantam gelombang setinggi 1,5 hingga 3 meter. Akibatnya, KM Putri Sakinah terbalik dan tenggelam di perairan Selat Pulau Padar.

Dari total 11 penumpang, tujuh orang berhasil selamat. Mereka termasuk istri Fernando Martín Carreras dan satu anak perempuannya. Korban selamat lainnya adalah empat kru kapal dan satu pemandu wisata. Sementara itu, Fernando Martin dan tiga anak lainnya sempat dinyatakan hilang.

Pencarian Korban oleh Tim SAR

Koordinator misi SAR Indonesia, Fathur Rahman.
Koordinator misi SAR Indonesia, Fathur Rahman.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif meski dihadapkan pada cuaca ekstrem, arus kuat, dan gelombang tinggi. Koordinator misi SAR Indonesia, Fathur Rahman, menyampaikan perkembangan pencarian korban.

“Tim SAR gabungan dalam pencarian ini sudah dilaksanakan di hari keempat, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal pada pukul 06.05 Wita,” kata Fathur Rahman.

Jenazah yang ditemukan merupakan salah satu anak perempuan Fernando Martin. Jasad tersebut ditemukan nelayan di perairan Pulau Serai, sekitar satu mil laut dari lokasi kejadian, dan dievakuasi ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk proses identifikasi.

“Setelah identifikasi, memang benar itu adalah salah satu dari korban KM Putri Sakinah yang mengalami tenggelam,” jelas Fathur.

“Jadi, korban masih pencarian sebanyak tiga orang,” tambahnya.

Duka Dunia Sepak Bola

Kabar wafatnya pelatih Valencia Labuan Bajo langsung disampaikan secara resmi oleh Valencia CF. Klub berjuluk Los Che itu menyatakan duka mendalam atas meninggalnya Fernando Martin beserta ketiga anaknya.

“Valencia CF sangat berduka atas meninggalnya Fernando Martin, pelatih Valencia CF Femenino B, serta tiga anaknya dalam kecelakaan kapal tragis di Indonesia,” tulis pernyataan resmi klub.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Real Madrid.

“Real Madrid dan Dewan Direksi sangat berduka atas meninggalnya Fernando Martin dan tiga anaknya dalam kecelakaan kapal tragis di Indonesia,” tulis pernyataan klub.

“Real Madrid juga menyampaikan belasungkawa terdalam kepada istrinya, Andrea, dan putrinya, Mar, di masa yang sangat sulit ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Profil Singkat Pelatih Valencia, Fernando Martin Carreras

Fernando Martín Carreras
Fernando Martín Carreras

Fernando Martín Carreras dikenal sebagai mantan pemain sepak bola asal Spanyol yang berposisi sebagai bek tengah. Ia menghabiskan karier bermainnya di klub-klub strata kedua dan ketiga Liga Spanyol. Carreras juga pernah menjabat sebagai kapten Alcoyano saat promosi ke Segunda División pada 2011.

Pada 2025, ia dipercaya menangani Valencia CF Femenino B sebagai bagian dari pengembangan sepak bola wanita Spanyol. Kepergiannya dalam tragedi pelatih Valencia di Labuan Bajo menjadi kehilangan besar. Duka tersebut dirasakan keluarga, rekan, dan komunitas sepak bola internasional.

Hingga kini, operasi pencarian terhadap sisa korban masih terus dilakukan, meski kondisi cuaca ekstrem diperkirakan berlanjut hingga awal Januari 2026. Tragedi ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan pelayaran di kawasan wisata perairan Indonesia.

More From Author

paman ditikam di gowa

Brutal! Paman Ditikam di Gowa, Cekcok Warisan Berujung Darah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *